Sosialisasi Penggolongan Sampah di SD Negeri 7 Banyuasin II, Upaya Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memilah sampah serta dampak buruk jika sampah tidak dikelola dengan baik. Metode sosialisasi yang digunakan cukup menarik, yakni melalui ceramah interaktif, sesi tanya jawab, serta permainan edukatif berbasis papan gambar yang memudahkan siswa dalam memahami perbedaan sampah organik dan anorganik.
Menurut Putri Arya Salsabila, mahasiswa yang memimpin sosialisasi ini, banyak siswa yang awalnya masih bingung dalam membedakan jenis sampah. Namun, setelah diberikan penjelasan dan praktik langsung melalui permainan, mereka mulai memahami konsep pengelolaan sampah dengan lebih baik.
“Kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini, agar anak-anak terbiasa memilah sampah dengan benar. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, lingkungan akan lebih bersih, dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah akan meningkat,” ujar Putri Arya.
Hasil dari sosialisasi ini cukup menggembirakan. Para siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dalam memilah sampah serta antusiasme untuk menerapkan kebiasaan tersebut di rumah maupun di sekolah. Dengan adanya edukasi berkelanjutan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dapat semakin meningkat dan berdampak positif bagi kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang formal, tetapi juga bisa melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Gambar 1. Sosialisasi dengan media permainan papan
Gambar 2. Siswa memasangkan gambar sampah organik/anorganik pada gambar tempat sampah yang sesuai.
Gambar 3. Foto bersama guru-guru SD N 7 Banyuasin II




Komentar
Posting Komentar